Blue Fire Pointer PECINTA PETUALANG HASIL KRETIVITAS YOHANES PANDU AJI SETIAWAN dan IKNATIUS BAYU LESMANA

SLIDE SHOW

Kamis, 15 Mei 2014

NERACA PEMBAYARAN



1.    Pengertian Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah suatu catatan yang disusun secara sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi yang meliputi perdagangan barang atau jasa, transfer keuangan dan moneter antara penduduk suatu negara dan penduduk luar negeri untuk suatu periode tertentu (1 tahun).

2.    Komponen Neraca Pembayaran
a)   Current Account (Neraca Pembayaran Berjalan)
Ø Terdiri dari neraca perdagangan (balance of trade), neraca jasa servis (sevice account), dan neraca transaksi sepihak (unilateral account).
Ø Transaksi ekspor pada current account disebut sebagai transaksi kreidit atau positif (+), karena menghasilkan devisa.
Ø Transaksi impor pada current account dicatat sebagai transaksi debet atau negatif (-), karena mengeluarkan devisa.
b)   Capital Account (Neraca Transaksi Modal)
Ø Terdiri dari ekspor dan impor modal, baik jangka panjang maupun jangka pendek.
Ø Penjumlahan saldo current account, maka ditambah dengan transaksi impor/ekspor modal jangka pendek.
Ø Berbeda dalam pencatatan pada current account, maka jumlah capital account berlaku dengan ketentuan berikut:
1)   Transaksi impor modal pada capital account dicatat sebagai transaksi kredit atau positif.
2)   Transaksi ekspor modal pada capital account dicatat sebagai transaksi debet atau negatif.
c)   Neraca Moneter
Transaksi sebelumnya mempunyai akibat pada posisi moneter. Karenanya, transaksi moneter disebut accommodating. Kerena transaksi ini muncul akibat transaksi lain. Trnsaksi moneter juga sering disebut autonomos. Karena transaksi ini muncul dengan sendirinya. Perbedaan autonomos, diimbangi dengan transaksi lalu lintas moneter.
3.    Surplus dan Defisit Neraca Pembayaran
a)   Neraca Pembayaran Defisit
Neraca pembayaran defisit jika terjadi kelebihan impor dan kelebihan tersebut ditutup dengan menambah pinjaman akomodatif dan mengurangi cadangan (stok) nasional.
b)   Neraca Pembayaran Surplus
Neraca pembayran surplus jika terjadi kelebihan ekspor dna kelebihan tersebut digunakan untuk mengurangi pinjaman akomodatif dan menambah cadangan atau stok nasional.
4.    Dampak Neraca Pembayaran terhadap Perekonomian Suatu Negara
a)   Dampak Neraca Pembayaran Surplus
Ø Pengaruh inflator mendorong terjadinya inflasi karena penambahan permintaan.
Ø Cadangan devisa bertambah.
Ø Keadaan perekonomian relatif lebih baik.
b)  Dampak Neraca Pembayaran Defisit
Ø Produsen dalam negeri tidak dapat bersaing dengan barang-barang impor.
Ø Pendapatan negar sedikit, sehingga hutang negara bertambah besar atau banyak.
Ø Perusahaan banyak yang gulung tikar, sehingga pengangguran meningkat akibat terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Ø Terjadinya deflasi.
Ø Berkurangnya cadangan devisa yang merubah struktur perekonomian.
Ø Mengurangi kemakmuran.
c)   Dampak Neraca Pembayaran Seimbang
Ø Menghindari neraca pembayaran yang defisit.
5.    Kebutuhan Akan Hutang Luar Negeri
a)     Banyak Negara Berkembang Memiliki Defisit Perdagangan yang Tinggi
Salah satu cara menutupi defisit adalah dengan mencari pinjaman hutang. Untuk menutupi kekurangan modal pembangunan itu, negara berhutang kepada negara-negara sahabat atau lembaga-lembaga keuangan dalam jangka menengah atau jangka panjang.
b)     Hutang Luar Negeri Dibutuhkan Untuk Meningkatkan Standar Kehidupan Negara Berkembang
Negara berkembang membutuhkan dana untuk membangun fasilitan-fasilitas dalam skala besar. Tetapi niat baik itu hanya menguntungkan sebagian orang saja terkhusus masyarakat yang tinggal di kota, sedangkan masyarakat yang tinggal di desa tidak dapat menikmati fasilitas itu.
c)     Hutang Luar Negeri Dibutuhkan Untuk Membuat Seluruh Anggota Lebih Mandiri
Jika negara mendapat pinjaman dari luar negeri, maka pinjaman tersebut digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibidnag produksi, ekonomi, dan pendidikan. Di bidang produksi seperti memprioritaskan program padat karya di pedesaan, subsidi kredit program bagi pemulihan sektor riil berbasis pada UKM dan sektor-sektor prioritas untuk menghasilkan produk yang dapat di ekspor ke luar negeri. Dibidang pendidikan berguna untuk menghasilkan tenaga kerja yang mempunyai ketrampilan tinggi.
d)    Hutang Luar Negeri Dibutuhkan Pada Saat Bencana
Saat terjadi bencana, negara tidak mampu secara cepat dan segera untuk mengatasi bencana. Maka mereka membutuhkan bantuan dari luar negeri.

e)    Kebaikan dan Keburukan Hutang Luar Negeri Bagi Indonesia
1)   Kebaikan
Ø Dapat mendanai proyek-proyek penting bagi rakyat.
Ø Menigkatakan kemakmuran masyarakyat.
Ø Memperluas kesempatan kerja

2)   Keburukan
Ø Jika hutang lebih besar dari pada modal sendiri, maka penerimaan perusahaan merosot.
Ø Bunga dan cicilan harus dibayar jatuh tempo.
Ø Mengurangi kebebasan negara kreditur.
Ø Menuntut komitmen negara penerima pinjaman untuk memberika prioritas pada kepentingan ekonomi maupun politk negara kreditur di negara peminjam.

Tidak ada komentar: